Toshiba Portege Z830 |
Tahun 2012 diprediksi akan
menjadi "tahunnya" Ultrabook, sebuah subkategori baru dari komputer
jinjing (laptop). Intel, sebagai perusahaan yang memperkenalkan
Ultrabook, menargetkan Ultrabook bakal meraup 40% pangsa pasar laptop
pada akhir 2012.
Menurut
Director Sales Intel Indonesia Brata Rafly, optimisme target ini
didasari atas beberapa faktor. Pertama, kebutuhan seseorang akan sebuah
laptop dengan desain tipis, ringan, namun dibekali spesifikasi mumpuni.
Faktor
pertama tadi akan mendorong produsen komputer untuk semakin giat
memproduksi Ultrabook. Inilah faktor kedua yang membuat Intel optimis.
"Sampai akhir 2012, diprediksi akan ada 60 model Ultrabook dari berbagai
vendor," ujar Brata di Jakarta, Selasa (21/2/2012).
Dengan
ini, persaingan di antara produsen Ultrabook semakin kuat sehingga
harganya pun makin kompetitif. Di Amerika Serikat sendiri, produsen
Ultrabook seperti Acer, Lenovo dan HP, telah menurunkan harga Ultrabook
mereka sebesar 21 hingga 25 persen.
Faktor terakhir, kedatangan sistem operasi terbaru dari Microsoft, Windows 8,
yang akan menjadi tren baru cara seseorang menggunakan komputer.
Momentum peluncuran Windows 8 diprediksi akan mendorong penjualan
Ultrabook.
Selain
itu, Brata menjelaskan, Intel telah merancang cara pemasaran yang unik
untuk mempopulerkan Ultrabook. Pentolan grup vocal Black Eyed Peas,
yakni Will.i.am, yang saat ini menjabat sebagai Director of Creative Innovation di Intel, akan melakukan pendekatan lewat jalur musik.
"Strategi marketing ini disebut Ultrabook Project. Will.i.am akan menjadi seorang Disc Jockey (DJ) yang didukung oleh kemampuan Ultrabook mengakomodir aktivitas bermusik," jelas Brata.
Kendati
demikian, Ultrabook tentu akan berhadapan dengan rival terberatnya
yakni MacBook Air dari Apple. Pada 2012 ini, Apple dikabarkan sedang
mengembangkan MacBook Air dengan resolusi layar 2.880 x 1.800 piksel,
dan disertai teknologi Thunderbolt, yang memungkinkan transfer data
multimedia lebih cepat.
Perusahaan pembuat prosesor AMD juga sedang merancang Ultrathin,
yang akan meramaikan pasar laptop tipis dan ringan. Apalagi, AMD
menjanjikan harga yang lebih murah, di kisaran harga 500 dolar AS.
Harga yang relatif murah ini menjadi celah bagi AMD untuk mencuri
target pasar Intel.
Sumber : kompas.com | diambil oleh nandayulisetyawan.co.cc
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tulis komentar anda tentang kiriman ini. Kritik dan saran dari anda akan membangun blog ini. Terima Kasih.